Kajian Kelayakan Finansial Kawasan Agroforestry
DOI:
https://doi.org/10.46821/benchmark.v2i2.267Keywords:
Analisis Finansial, Agroforestry, Kehutanan, PertanianAbstract
Jumlah penduduk yang terus meningkat di Indonesia mengakibatkan terjadinya alih fungsi hutan dan lahan pertanian menjadi pemukiman dan industri yang juga berpengaruh buruk terhadap jumlah ketersediaan cadangan pangan. Sehingga, perlu dilakukan pemanfaatan lahan secara optimal dengan pertanian berkelanjutan yaitu dengan sistem agroforestry. Adanya kombinasi tanaman kehutanan dengan pertanian secara tidak langsung memberikan kebermanfaatan bagi produktivitas tanaman dan petani. Maka penting adanya informasi mengenai jenis komoditi atau pola agroforestry yang layak dikembangkan dilihat dari sisi finansialnya. Kajian ini bertujuan untuk membandingkan kelayakan finansial pada lima agroforestry di Indonesia. Metode yang digunakan yaitu metode studi literature. Hasil kajian menunjukkan agroforestry suren, sengon, kakao, jati dan mamar beserta tanaman kombinasinya layak untuk diusahakan. Dibandingkan kelima agroforestry tersebut, agroforestry Perkebunan, Pangan dan Hortikultura (Sulawesi Utara) merupakan agroforestry terlayak untuk dikembangkan karena memiliki nilai NPV terbesar yakni Rp. 626.247.299. Diharapkan adanya hasil kajian ini, pemanfaatan hutan rakyat dengan sistem agroforestry di daerah yang memiliki kelayakan finansial terbaik dapat dilihat dan dijadikan acuan oleh para pengembang hutan rakyat di Indonesia.References
Afiyah, A., Saifi, M., & Dwiatmanto. (2015). Analisis Studi Kelayakan Usaha Pendirian Home Industry (Studi Kasus Pada Home Industry Cokelat “Cozya†Kademangan Blitar). Jurnal Administrasi Bisnis S1 Universitas Brawijaya, 23(1).
Alam, A. S., N, R., & Setiawan, B. (2015). Analisis Finansial Sistem Agroforestri Jati Dan Rumput Gajah Di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Prosiding Semnas Biodiversity Conservation, 136–142.
Badan Ketahanan Pangan. (2021). Indeks Ketahanan Pangan 2021. Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
BPS. (2020). Jumlah Penduduk Hasil SP2020 Menurut Wilayah dan Jenis Kelamin. Badan Pusat Statistik.
Diniyati, D., Achmad, B., & Santoso, H. B. (2013). Analisis Finansial Agroforestry Sengon di Kabupaten Ciamis (Studi Kasus Di Desa Ciomas Kecamatan Panjalu). Jurnal Penelitian Agroforestry, 1, 13–30.
Hairiah, K., Sardjono, M. A., & Sabarnurdin, S. (2003). Pengantar Agroforestri. In World Agroforestry Centre (ICRAF).
Hassan, M.I. (2002). Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (2021). Capaian TORA dan Perhutanan Sosial di Tahun 2021. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Retrieved May 8, 2022, from ppid.menlhk.go.id website: Http://Ppid.Menlhk.Go.Id/Berita/Siaran-Pers/6330/Capaian-Tora-Dan-Perhutanan-Sosial-Di-Tahun-2021.
Indrajaya, Y., & Widiyanto, A. (2019). Analisis Usaha Budidaya Pepaya Pola Agroforestri Jati-Pepaya Di Desa Purwaharja, Banjar. Jurnal Agroforestri Indonesia, 2(1), 11–18. https://doi.org/10.20886/jai.2019.2.1.11-18.
Kholifah, U. N., Wulandari, C., Santoso, T., & Kaskoyo, H. (2017). Kontribusi Agroforestri Terhadap Pendapatan Petani Di Kelurahan Sumber Agung Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung. Jurnal Sylva Lestari, 5(3), 39. https://doi.org/10.23960/jsl3539-47.
Kusumedi, P., & Jariyah, N. A. (2010). Financial Analysis Of Agroforestry Management With Sengon Cardamom Pattern In Tirip Village , Wadaslintang District, Wonosobo Regency. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 7(2), 93–100.
Lensari, D., Hidayat, Y., & Latief, A. (2021). Analisis Kelayakan Finansial Sengon (Paraserianthes Falcataria L. Nielsen) Dan Nanas (Ananas Comosus) Dengan Pola Tanam Agroforestri Di Pt. Sumatera Alam Anugerah Sumatera Selatan. Jurnal Tengkawang, 11(2), 128–137.
Madyantoro, A., Muttaqin, Z., & Lidiawati, I. (2015). Kajian Kontribusi Sistem Agroforestri Terhadap Pendapatan Petani. Jurnal Nusa Sylva, 15(1), 11–16.
Pujiono, E., Raharjo, S. A. S., Njurumana, G., Prasetyo, B. D., & Rianawati, H. (2013). Kajian Aspek Ekologi, Ekonomi Dan Sosial Model- Model Agroforestri di Nusa Tenggara Timur. Prosiding Seminar Nasional Agroforestri 2013, November, 456–461.
Saputro, D., Supardi, S., & Marwanti, S. (2020). Analisis Kelayakan Finansial Pengusahaan Kayu Sengon (Paraserianthes Falcataria) Dengan Pola Tanam Agroforestrydi Kabupaten Magetan. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 17(1), 29–37. https://doi.org/10.20886/jpsek.2020.17.1.29-37.
Saragih, J. M. (2018). Analisis Finansial Agroforestri Suren ( Toona Sureni Merr.) Di Desa Sipolha Horison Kecamatan Pematang Sidamanik. Universitas Sumatera Utara.
Setiawan, A., Mando, L. A. S., Dassir, M., & Yusran. (2015). Sosial Ekonomi Pola Agroforestri Di Sub Das Lahumbuti Hulu Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Jurnal Ecogreen, 1(2), 1–10.
Situmeang, H. C., Latifah, S., & Harianja, A. H. (2016). Analisis Kelayakan Finansial Agroforestri Suren (Toona Sureni Merr.) dan Kopi Arabika (Coffea Arabica L.). Peronema Forestry Science Journal, 5(2), 49–54.
Suharjito, D., Sundawati, L., Suryanto, & Utami, S. R. (2003). Aspek Sosial Ekonomi Dan Budaya Agroforestri. In World Agroforestry Centre (ICRAF).
Ulfiasih, Suparwata, D. O., & Andrayanto, T. J. (2018). Kelayakan Finansial Usahatani Tumpang Sari Di Kabupaten Boalemo. Prosiding Seminar Nasional Integrated Farming System, November, 17–21.
Widiarti, A., & Prajadinata, S. (2008). Karakteristik Hutan Rakyat Pola Kebun Campuran. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam, 5(2), 145–156. https://doi.org/10.20886/jphka.2008.5.2.145-156.
Wulandari, C. (2011). Agroforestry: Kesejahteraan Masyarakat dan Konservasi Sumberdaya Alam. Bandar Lampung: Penerbit Universitas Lampung.
Wulandari, C., Harianto, S. P., & Novasari, D. (2020). Pengembangan Agroforestri Yang Berkelanjutan Dalam Menghadapi Perubahan Iklim. Pusaka Media.










